Kamis, 13 Oktober 2011

Aku Kembali

Malam yang dingin.
Aku membuka laptopku, menyalakannya juga internetnya.
hmmmm.... mau cerita apalagi???
CASE CLOSED
Kini aku hanya bergumul dengan pikiran-pikiranku saja.
Kini aku kembali ke masa ku yang memang seharusnya menjadi masa ku.
Kini aku kembali berkutat dengan kehidupan yang beberapa saat lalu nyaris terlupakan.
Tapi sayang, aku tak pernah melupakanmu.
Apa kau ingat bagaimana semalam aku mengingatkanmu dengan tegas bahwa tak ada istilah 'Bangun Siang' untuk hari ini?
Apa kau sadar hari ini aku begitu mewanti-wanti mu untuk tidak tidur sepanjang hari dan bermalas-malasan seperti aktivitas yang hampir selalu kau lakukan?

Dan dengan kejadian hari ini... gempa yang membuatku sedikit ketakutan... walau terkesan disambung-sambungkan... yah tapi memang begitu kenyataannya.
Sadarkah kau betapa aku peduli padamu? Sadarkah kau bahwa aku begitu ingin kau merasakan apa yang kurasakan?
Majulah sayang... jangan diam di tempat. Jangan terus menerus bersenang-senang dengan egomu yang malas.... jangan berpikir semua ini bisa ditempuh semudah menjentikkan jarimu sayang.
Hidup ini keras, Sayang
Kau harus berani sakit untuk mendapat yang kau inginkan.
Kau harus berani lelah untuk meraih segala mimpimu.
Jangan pernah puas akan dirimu Sayang,,,
Kau belum menjadi apa-apa
Jadilah seseorang... paling tidak buat aku... paling tidak demi aku.
Jangan biarkan orang tuamu selalu berpikir bahwa akulah penghambatmu
Jangan biarkan mereka membenci hubungan ini sayang
Buatlah mereka bangga akan dirimu, juga diriku
Buatlah mereka sayang padaku seperti mereka menyayangimu
Buatlah mereka sadar bahwa aku memang untukmu
Buatlah semua indah sayang
Karena keindahan itu milik kita
Karena semua itu yang akan menuntun kita ke depannya
Biar saja petir dan hujan berusaha menghalangi kita
Toh nantinya semburat pelangi yang akhirnya membahagiakan kita
Karena kita diciptakan untuk bersama
Karena aku ingin kita bersama :)

Rabu, 12 Oktober 2011

Pada Suatu Malam

Seorang gadis terduduk di teras rumahnya. Pandangannya kosong, pikirannya menerawang jauh entah kemana. Sesekali ia mencoba menghitung bintang yang akhirnya selalu gagal karena malam itu bukan malam yang mendung. Tidak semendung hatinya.
Malam mulai larut, pikirannya mulai kalut karena pemikiran yang berlarut-larut. Ia berusaha mengingat-ingat apa yang ingin dia kenang. Tapi tidak bisa. Kenangan apa? Toh tidah ada kenangan. Apa yang bisa diingat? Toh tidak ada apa-apa.
Kembali ia menepis pikiran-pikiran itu. Pikiran yang nyatanya hanya khayalan semata.Pikiran yang ternyata hanya mimpi-mimpi pengusik tidurnya belakangan hari ini.
Ingin sekali ia mencari.... tapi apa yang harus dicari??? Toh tidak ada apa-apa.
Hanya lintasan kecil dalam hidup yang membuat pertahanannya sedikit goyah. Hanya sedikit, tidak lebih dari itu.
Gadis itu menepuk pipinya berkali-kali. Hanya untuk menyadarkannya kembali dari mimpi. Kukunya hampir habis digigiti karena terlalu benyak berpikir.
Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa ini? Mengapa begini?
Begitu banyak pertanyaan yang muncul tanpa ia tau apa jawabannya. Pertanyaan yang harus dijawabnya sendiri. Pertanyaan yang ditujukan pada dirinya sendiri.
Tapi ia tetap tidak mengerti.
"Mungkin beginilah hidup"
Akhirnya ia memutuskan.Mungkin itulah jawabannya.
Ketika roda itu kini benar-benar berputar. Ketika dunia rasanya berbalik arah.
Bukan! Bukan ini yang dia cari. Bukan ini tujuan yang sebenarnya. Ia hanya ingin bahagia.
Gadis itu kini membuka buku hariannya. Rasanya ingin menulis apa yang ia rasakan.
Hanya berlangsung beberapa detik... karena detik berikutnya ia menutup buku itu dengan cepat.
Tidak!
Ia tidak mau membuat semua ini menjadi sebuah kenangan dalam hidupnya.
Biarlah rasa ini ia kubur dalam-dalam. Biarlah ia terbang pergi bersama angin yang membawanya. Hingga angin pula yang membawa kembali mimpi indah yang sebenarnya.
Hai kamu....Terima kasih untuk semuanya. Walau tak bisa kuraih, walau hanya melihatmu dari jauh....
Terima kasih telah menunjukkan sosok yang begitu hebat di mataku.
Terima kasih telah membuatku merasakan rindu itu

Selasa, 11 Oktober 2011

Butuh KOTAK HITAM

Ketika semua cerita berbalik arah... ketika aku mulai berkelakuan salah... ketika kini aku tak mau pasrah... ketika kini aku melawan egoku yang salah

Wahai kotak hitam... aku begitu membutuhkanmu saat ini... aku ingin menumpahkan semua pikiran-pikiran bodoh yang akhir-akhir ini mulai terlintas di benakku... aku bingung... seharusnya aku menuangkan kenanganku padamu.. tapi kenangan apa?? tidak ada kenangan soal itu.. hanya mimpiku...
Kenapa sekarang aku begini?? Ternyata rasanya sakit juga...

Wahai kotak hitam... walaupun ini hanya mimpi dan khayalanku... aku ingin membuangnya padamu... aku tidak ingin ini semua menyingkirkan mimpi indahku dengannya... dengan orang yang selalu kuharapkan dalam hidupku...

Senin, 10 Oktober 2011

Bisa dibilang Bulan Madu

hm... ini cerita bahagia
ini cerita saya dengan si pacar
akhir dari prajabatan yang sedih2an ditutup dengan bulan madu yang senang2an...
haha..bukan bulan madu juga... tapi senang rasanya menghabiskan waktu yang begitu lama dengan dia....

 bergaya bak model papan atas

Liburan ke malang.... BNS dan Jatim Park... terdengar biasa saja... tapi rasanya tidak biasa karena saya habiskan dengan pacar saya... juga dengan saudara dan teman2nya yang membuat lebih seru...
Tidak banyak yang bisa saya tulis... yang pasti saya senang sekali.. apalagi si pacar lagi baiiiiik sekali pada saya.... melipat gandakan rasa senang saya :p
tidak mau banyak cingcong... biar gambar yang bercerita

gayanya so sweet ya

yang ini lucuuuuu

pokoknya we love it!!!

Prajabatan

Kembali ke dunia nyata setelah hampir sebulan bertemu dengan dunia lain yang penuh warna.
Prajabatan.
Apa yang bisa saya ceritakan tentang itu? BANYAK! Tapi mungkin tidak saya rinci satu per satu.
Awalnya sangat antusias karena bisa sambil temu kangen si pacar yang kuliah di sana... tapi ternyata kesan kebersamaan antar teman itu yang membuat saya berat meninggalkan semuanya.
Dimulai dari bangun jam setengah empat pagi untuk mandi bergiliran dengan teman sekamar, dilanjut dengan senam pagi yang awalnya membuat saya tertawa (ha! teringat senam saat masa2 diet saya ketika sma)
Pelajaran yang padat tapi penuh makanan dari pukul tujuh pagi sampai 5 sore.. juga apel pagi, siang, dan malam yang awalnya membuat saya jengkel karena membuang-buang waktu saya.
Minggu pertama saya homesick... ingin pulang, rindu keluarga, rindu ponakan kecil saya... rindu semuanya. Sempat saya berpikir, mungkin begini rasanya kalau menikah :p
Minggu kedua mulai kerasan karena pacar saya siap sedia menemani saya saat jenuh dengan kegiatan asrama.
Minggu ketiga.... hm.... minggu terakhir yang hanya berisi beberapa hari.... akhir minggu yang membuat saya selalu tersenyum. Akhir minggu yang membuat saya menemukan mereka... para sahabat yang membuat saya mengenal dunia. Para sahabat yang membuat saya belajar tentang kehidupan,,, tentang bagaimana kita bertahan... tentang pentingnya hidup bersama.
Mereka bilang mereka FBA... katanya sih "Fans Berat Ayu" hihihi,,, berarti fans berat saya dong...
Bagi saya mereka adalah sahabat yang peduli pada saya... yah, pokoknya saya senang bisa mengenal mereka...
Mereka juga yang membuat saya berat meninggalkan asrama pada malam itu. Malam ketika sang pacar membawa saya pergi dari segala mimpi indah saya... malam ketika saya masih ingin menghabiskan beberapa saat dengan orang-orang yang baru saja saya anggap sebagai sahabat.
Perpisahan malam itu... beribu canda tawa... tangisan yang pecah...seolah memberi warna tersendiri bagi hidup saya.

Terima kasih tuhan... saya bisa menemukan mereka :)

Selasa, 27 September 2011

mulai gila

sedang prajabatan dan tak banyak wktu untuk menulis..
tapi aku begitu merindukanmu setelah membaca segala keluh kesahmu dalam blog yang kuikuti
aku ingin cerita banyak,sangat banyak. . .tapi entah apa itu. . .
d isini aku mulai dilema

ah sudahlah. . . susah mengetik dengan galaxi tab pinjeman. . . huhuhu

Selasa, 06 September 2011

Hey! Dimana Kamu?

Gadis itu berlari menerobos hutan hingga melihat hamparan pasir putih dengan laut luas di depannya. Ia terus berlari tanpa henti, entah apa yang dicarinya. Wajahnya pucat pasi entah kebingungan atau kelelahan..... sendirian.
Gadis itu terus mencari dan mencari... entah apa... atau siapa.
'Hey, kamu dimana?' akhirnya si gadis berbisik walau dengan dirinya sendiri. Begitu inginnya ia mengeluh... entah karena apa. Jantungnya berdegup kencang tanpa alasan... apa karena berlari atau karena ada sesuatu. Berkali-kali menepuk dada untuk menghentikan deburannya atau sekedar menenangkan dirinya namun tak brehasil. Degupannya malah semakin menjadi-jadi. Mungkin sesuatu akan terjadi... atau SEDANG terjadi.... hmmm... entahlah,,, ia bukan tuhan yang tau segalanya. Ia tak bisa melihat semua yang ingin dilihat,,, ia tak bisa mendengar semua yang ingin didengar... tapi perasaan ini belum pernah salah. Walau sangat berharap kali ini ia yang salah.

"Aku ingin bilang kalau aku lelah.... aku ingin kau tahu bahwa rasanya aku tak sanggup lagi.. Aku ingin menyerah dengan semua ini... Aku sudah pasrah sekarang!!!!!!!!!!!" kali ini ia berteriak.
Ia terus berlari tanpa arah sambil menghapus titik-titik air yang mulai membasahi pipinya. Huh! Betapa cengeng dirinya... Betapa lemah jiwa yang ada dalam tubuhnya.
"Dimana aku bisa menemukanmu???" bisiknya lagi. Pada dirinya sendiri.

Sampai akhirnya tidak memiliki kekuatan untuk melanjutkan semuanya lagi, ia melihat gadis di depannya. "Dari mana saja kamu??" hardiknya. Gadis yang lain hanya tersenyum.
"Puas kau melihatku begini??? Apa kau senang???" kembali si gadis pertama berteriak. Gadis yang lain tersenyum lagi.
"Kenapa kau begitu senang??? tidakkah kau lihat betapa tersiksanya aku??? betapa sakitnya semua ini???" balas gadis pertama mulai terisak pelan. Lalu hening. Sampai tangisan pun berhenti.

"Kau ingin mencintai, kan?? Beginilah rasanya....Mencintai .... ya begini"
Si gadis pertama langsung terduduk.... "Kembalilah" bisiknya pada si gadis kedua.
Gadis kedua tersenyum "Aku selalu bersamamu.... hanya saja kau melupakan keberadaanku karena orang lain,,, hey, dia tidak mencintaimu sebesar aku, dia tidak selalu bersamamu selama aku... jangan tergila-gila lagi... ini hanya kehidupan yang fana... tidak selamanya"

Tertegun lama... hanyut dalam diam... Lalu berpelukan. Dan si gadis pertama tersadar. Ia tak memeluk siapa-siapa... ia hanya memeluk dirinya sendiri.

sampai lupa

 hai... sudah begitu lama... bukannnya aku tak ingin menulis lagi atau bagaimana... hanya saja terkadang aku tak punya waktu jika bisa dibil...