Senin, 22 Oktober 2012

Lee

Namanya Lee.
Gadis 24 tahun yang tak sengaja kutemui di Bandara Sam Ratulangi Manado pagi itu. Gadis yang berperawakan sopan dengan jilbab putih yang menutupi rambutnya itu hanya mengangguk pelan sambil tersenyum simpul saat aku duduk di sebelahnya. Sambil menyantap sarapanku yang berupa roti semalam yang kubeli, aku mengajaknya berbincang ringan untuk menghabiskan waktu.
Katanya dia akan menemui ibunya yang sakit.
"Aku tak pernah melihatnya lagi sejak umurku lima tahun" ujarnya lirih. Tatapannya kosong seolah memikirkan banyak hal, mungkin bagaimana respon yang harus ditunjukkan ketika ia bertemu ibunya nanti.
"Ibu dan ayahku bercerai waktu itu, ayahku menikah lagi" jelasnya lagi tanpa kutanya. Bisa jadi karena tatapan penasaranku yang tak bisa kusembunyikan, atau hanya ingin membagi ceritanya dengan seseorang yang tidak akan ditemuinya lagi.
"Bagaimana dengan ibumu?" tanyaku pelan sambil menggigit rotiku yang dari tadi hanya kumainkan dengan jariku.
"Menikah juga di sana" senyumnya. Aku ikut tersenyum sambil berkata bahwa itu hal yang bagus ketika orang tuanya menemukan seseorang yang memang benar-benar mereka cintai. Entahlah apa aku berkata benar atau tidak, tapi aku berusaha menghiburnya dan membuat cerita hidupnya tidak terdengar menyedihkan, sambil mencari-cari cerita lain yang bisa membuatnya lebih merasa beruntung. Kemudian kami terdiam lama, sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masing.
Suasana bandara mulai meramai dengan beberapa penumpang yang mulai berdatangan dan memenuhi kursi-kursi di sebelah kami.
"Ibumu sakit apa?" tanyaku untuk membuka lagi percakapan kami.
"Kanker rahim" balasnya singkat. Aku menangguk pelan sambil memandang sekeliling. Toko-toko dan kedai makan mulai dibuka serta panggilan-panggilan penerbangan mulai dikumandangkan. Kami bergegas menuju gate keberangkatan begitu dipanggil dan berjalan sendiri-sendiri akibat barang bawaan kami yang sama banyaknya. Kami saling melambai pelan sambil mencari tempat duduk masing-masing.
Begitulah kami bertemu. Ia sempat bercerita tentang temannya yang tinggal di Bali dan betapa inginnya dia pergi ke sini. Aku bilang bahwa ia harus ke sini karena di sini begitu indah, dan bukan hal yang mahal lagi jika hanya pergi ke sini. Entahlah, aku tak tahu bagaimana kondisi keuangannya, tapi dia bilang dia dulu bekerja di apotek, walau sekarang sedang menganggur entah karena alasan apa. Mungkin dia dulu sekolah di farmasi... atau hanya sampai SMA. Entahlah. Aku hanya bisa menebak-nebak karena hanya sampai di sana pertemuan kami.
Dear Lee,
Jika berjodoh, mungkin kita akan bertemu lagi suatu hari nanti. Kalaupun tidak, aku senang bisa menjadi orang yang kau percaya untuk menyimpan kisahmu. Aku yakin hidup tidak selalu menyedihkan, dan bukan berarti selalu bahagia. Hidup itu relatif, tergantung bagaimana kita menjalani dan menerima keadaan. Semua sudah punya jalan masing-masing. Begitu juga kau dan aku. Percayalah, bahwa Tuhan akan selalu menyayangi kita.

Senin, 17 September 2012

I've Got Your Number by Sophie Kinsella


hai... kali ini saya ingin sedikit berbagi mengenai novel yang bikin saya kelimpungan, geregetan, deg-degan plus senyum-senyum sendiri saat bacanya.

Poppy Wyatt yang bekerja sebagai seorang fisioterapi bertunangan dengan Magnus Tavish, seorang Doktor yang sukses dengan keluarga perfeksionis yang juga memiliki keahlian di bidang sosial budaya. Poppy yang bisa dibilang 'buta' mengenai budaya harus berusaha keras beradaptasi dengan keluarga Tavish. Belum lagi cincin pertunangan yang hilang dalam sebuah pesta dan ponselnya yang kecopetan. beruntung ia menemukan sebuah ponsel yang dibuang ke salah satu tempat sampah di sekitar hotel tempat kejadian. Namun sayang, si pemilik ponsel Sam Roxton tidak rela kehilangan ponsel itu, karena semua data dan email yang ia butuhkan berada di ponsel itu. 

Poppy juga tidak mau mengembalikan ponsel tersebut karena sudah terlanjur menyebarkan nomornya kepada semua teman dan pelayan restoran yang akan mencari cincinnya yang
Singkat cerita mereka berbagi 'kotak pesan'. Jadi satu ponsel dengan email dan sms untuk mereka berdua. Disanalah perjalanan cinta mereka dimulai. Mungkin sebaiknya membaca sendiri novelnya karena tentu tidak menegangkan lagi kalau saya menceritakan sisa ceritanya.

pokoknya dijaminnnnn....
Sophie Kinsella

nah, silahkan cek di web nya :)
http://www.sophiekinsella.co.uk/news/2012/jan/ive-got-your-number/

Kamis, 23 Agustus 2012

2nd Trip to Nusa Lembongan & Nusa Penida Island

hai hai hai... boleh dong sedikit cerita lagi soal kerjaan :)
kali ini lagi-lagi soal kunjungan ke nusa penida-ceningan-lembongan yang isinya ga cuma kerja, tapi juga jalan-jalan plus sedikit petualangan (semacam jejak petualang begitu).

Kali ini rombongan yang berangkat ada 6 orang yakni 3 Tim Direksi dan 3 Tim Konsultan. Tujuan kunjungan kami hari itu adalah Sosialisasi Rencana Pengamanan Pantai yang kemungkinan akan diusulkan Tahun 2013 atau 2014 mendatang yang akan dilaksanakan selama 2 hari. Sebenarnya saya berniat tidak ikut untuk acara hari itu, tapi demi kepentingan TUGAS dan TANGGUNG JAWAB sebagai PEGAWAI yang BAIK, akhirnya saya ikut juga.

Rombongan berkumpul di kantor Balai Wilayah Sungai Bali-Penida yang letaknya di daerah renon lalu menuju Sanur untuk menyebrang ke Nusa Lembongan tepatnya Desa Jungut Batu.
Setelah karcis di tangan, akhirnya kami memutuskan untuk mengisi kekosongan perut pagi itu. KFC adalah pilihan terakhir karena tempatnya tidak terlalu jauh dari pantai juga akibat pagi itu belum ada tempat makan yang buka.
Nusa Lembongan kini berkembang pesat rupanya :)

Pukul setengah sepuluh pagi kami kembali ke pantai untuk segera berangkat. 30 menit perjalanan akhirnya kami sampai ke Desa Jungut Batu, tempat sosialisasi pertama kami. Awalnya saa pikir sampai lokasi kami langsung ke penginapan dulu, jadi pakaian yang saya kenakan hanya kaos panjang asal-asalan, leging hitam dan sandal jepit. eeeiiiiuuuuhhh.... sangat jauh dari kesan terhormat :')
Ternyata sampai lokasi kami langsung (berjalan kaki) sekitar 1 km  ke tempat sosialisasi yaitu Balai Pertemuan di desa itu.

Foto bersama pegawai Balai Desa



blah blah blah.... (isi sosialisasinya agak menegangkan seklaigus membosankan jadi saya tidak repot-repot membahasnya disini)
 Sosialisasi dilanjutkan ke Desa Lembongan, yang juga sama seperti sebelumnya. Karena mobil yang kita sewa datang agak terlambat, 4 dari kami dipinjamkan motor oleh pegawai desa dan saya menjadi salah satu dari dua orang yang harus menunggu tumpangan berikutnya :')
Jadi saya hanya duduk-duduk di depan balai desa sambil melihat suasana desa siang itu. Tidak ada polisi yang menangkap pengendara tanpa helm, idak ada polisi yang menangkap kendaraan tanpa plat, dan tidak ada pencuri yang mengambil kendaraan yang diparkir sembarangan beserta kuncinya. :) hebat sekali ya :p

Lagi nunggu jemputan :)
Sekitar 20 menit menunggu, kendaraan kami pun datang dan kami diantar ke lokasi selanjutnya. Walau pembicaraan sudah setengah jalan, kami tetap mengikutinya dengan tenang (juga sambil menahan kuapan beberapa kali).
Foto2 depan kamar homestay
Yes, we're ready to sight see-ing Nusa Island



Cukup sudah perjalanan di hari pertama. Kami bergegas ke penginapan yang letaknya dekat dengan pasar dan memiliki pemandangan serta kualitas kamar yang memang baik untuk wisatawan.
The beauty of  Nusa Island



anyway... karena kelamaan kesimpen di draft, saya jadi lupa gimana suasana waktu itu....
yah pengalaman yang menyenangkan... walau sambil kerja... yang penting gratisan lah yaaa...





Selasa, 07 Agustus 2012

Astrid Saranghamnida (feat. Tim) [OST Saranghae, I Love You]

Denger lagu ini langsung buat nangis... buat yang galau galau ini cocok deh



Mengapa engkau tega mencuri hatiku
Tanpa seijin aku lebih dulu
Memaksaku membuatku lemah tak ebrdaya
Keu dael saranghamnida
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Nappayo cham keu dae ran saram
Heo rak do opshi wae nae mam ga jyeo yo
Keu dae ttaemune nan him gyeob gye sal go man inneun de
Keu daen mo reu chanayo
Aku bahkan tak seindah
Ku tak seindah kedipan matamu
Tapi dapatkah kau berikan senyum untukku
Walau itu bukan cinta, tapi aku memohon
On jen gan han bon jeum eun to ra pwa ju gyet jyo
Oooh aku menunggumu sampai akhir
Oneul do cha ma mo tan ka seum sok han ma di
Hanya satu kata, keu dael sarang hamnida
Kemarin aku tertidur
Keu dael keu ri da cham deu ryot na pwa yo
Ketika aku terbangun air matapun jatuh
Shi rin keu dae irum gwa (lalu aku memohon)
Hot win param pun in nak so man
On jen gan han bon jeum eun to ra pwa ju gyet jyo
Oooh aku menunggumu sampai akhir
Oneul do cha ma mo tan ka seum sok han ma di
Hanya satu kata, keu dael sarang hamnida
Kali aku melihatmu lagi
Keu dae twi mo suem eul pa ra po myeo
Heu reu neun nun mul chorom so ri om neun keu mal
(bagai air mata) keu dael sarang hamnida

Senin, 06 Agustus 2012

BIG

Pernah ga galau gara-gara sekedar baca novel, denger lagu, atau nonton film?
Kalau nangis aja sih, saya yakin banyak orang yang mengalaminya...
Tapi kalau sampai galau????
hm... ini terjadi pada saya.
Galau gara-gara salah satu drama korea yang bertajuk BIG.

nih episode 1 nya ya... hihihihihihhi


sampai lupa

 hai... sudah begitu lama... bukannnya aku tak ingin menulis lagi atau bagaimana... hanya saja terkadang aku tak punya waktu jika bisa dibil...