Senin, 08 April 2013

DIA punya Rencana Lain

Kadang saya berpikir mengapa ini begini dan mengapa itu begitu
Sering juga saya berpikir mengapa saya begini dan mengapa dia begitu
Juga tidak jarang saya sibuk membayangkan hal-hal yang bisa terjadi pada saya nantinya
Tidak lelah saya mengupayakan segala cara demi mewujudkan apa yang saya inginkan.
Ambisius.
Ya! Mungkin bisa dibilang saya begitu.
Mungkin juga bisa dibilang saya egois.
Hanya saja ketika semua rencana saya gagal, ketika semua terasa berantakan, ketika saya sudah merasa cukup lelah sampai titik tertinggi, ketika saya memutuskan untukberhenti saja, DIA memberi saya hal lain.
Yah, mungkin saat ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal-hal yang berbau CINTA.
Bukan waktu yang tepat untuk memusingkan hal-hal remeh tentang masa romantisme kehidupan atau apalah namanya.
Tidak apa-apa, Tuhan.
Selama kau masih mengingat saya, selama kau masih menganggap saya gadis kecilmu, selama saya masih bisa bahagia dengan apapun yang saya alami.
Saya mungkin tidak bisa berkata lebih banyak... karena apa yang saya dapatkan sudah lebih dari apa yang pantas saya dapatkan.
Terima Kasih, Tuhan.

Selasa, 19 Februari 2013

seseorang yang mencintaimu

Lagi sibuk ngapus2in data2 ga penting yang buat penuh Drive D komputer saya, eh nemuin tulisan ini...yang judul dokumennya "arie"
entah buat sendiri ato sunting dari internet, tapi ijin share juga ya mba arie....


 Seseorang yang mencintai anda, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintai anda. Dia hanya tahu, bahwa dimatanya, anda adalah yang terbaik. 
Seseorang yang mencintai anda, sebenarnya selalu membuat anda marah, jengkel ataupun stres. Tapi ia tidak pernah melakukan sesuatu hal yang bodoh karena semua yang dilakukannya adalah untuk kebaikan anda. 

Seseorang yang mencintai anda, jarang memuji anda, tapi sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya yang paling dalam, anda adalah yang terbaik yang dia inginkan. 

Seseorang yang mencintai anda, akan marah-marah atau mengeluh jika anda tidak membalas pesannya atau telponnya, karena ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada anda. 

Seseorang yang mencintai anda, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapan anda. Ketika anda mencoba untuk menghapus air matanya, anda telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup, berdenyut dan bergetar untuk anda. 

Seseorang yang mencintai anda, akan mengingat setiap kata yang anda ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata-kata itu tepat waktunya.

Seseorang yang mencintai anda, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karena ia tidak mau mengingkari janjinya. Ia ingin anda untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama-lamanya. 

Seseorang yang mencintai anda, mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahun anda. Tapi ia mengetahui bahwa setiap detik yang ia lalui bahwa ia mencintai anda dan tidak peduli hari apakah hari ini

Seseorang yang mencintai anda, tidak akan berkata cinta dengan mudah, karena segala yang dilakukannya untuk anda adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintai anda. Tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You pada situasi yang spesial, karena ia tidak mau anda salah mengerti, dia mau anda mengetahui bahwa ia mencintai diri anda. 
Seseorang yang benar-benar mencintai anda, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja karena ia berpikir bahwa anda telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia ataupun tersenyum. 

Seseorang yang mencintai anda, akan pergi untuk menjemput anda, tapi dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggil anda sayang seperti yang anda harapkan. Ia akan selalu memperhatikan kondisi anda dengan ketulusan hatinya. 

Seseorang yang mencintai anda, tidak tahu apakah ia harus menelpon anda saat anda marah, tapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam. Karena jika ia menelpon anda, di saat anda emosi, maka penjelasannya hanyalah dijadikan 'sampah'. Tapi saat anda sudah tenang maka penjelasan yang diberikannya akan dicerna oleh anda.

Seseorang yang mencintai anda, akan selalu menyimpan semua benda yang telah anda berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ‘ I LOVE U ‘ ada di dalam dompetnya. 

Seseorang yang mencintai anda, jarang mengatakan kata-kata manis. Tapi anda bisa mengetahuinya saat ‘kecupannya’ sudah menyalurkan semua rasa.

Seseorang yang mencintai anda akan selalu berusaha membuat anda tersenyum dan tertawa meski terkadang dengan cara membuat anda bingung. 

Seseorang yang mencintai anda, akan membalut hati anda yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi. Ia akan memberikan anda yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri. 

Seseorang yang mencintai anda, akan rela melepaskan anda pergi bila bersamanya anda tidak bahagia, ia pun akan turut bahagia meski anda yang dicintainya bahagia bersama orang lain.

Selasa, 22 Januari 2013

Ingin Seperti Habibie_Ainun



Saya yakin hampir sebagian besar masyarakat Indonesia terutama pecinta dunia perfilman sudah menonton film yang satu ini. Habibie Ainun. Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata salah satu pemimpin Negara Indonesia di jamannya.
Hari itu sebulan lalu sekitar tanggal 17 Desember 2012, saya dan beberapa teman ikut meramaikan salah satu bioskop yang terletak di daerah Kuta tepatnya di mall yang letaknya di depan antai Kuta, Beachwalk. Dengan modal ‘tiket titip beli di temen’ itu akhirnya kami mendapat giliran menonton pukul 19.00 Wita, dan kami harus berangkat 2 jam sebelumnya untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi akhir pekan itu.
Akhirnya kami sampi 30 menit sebelum film dimulai akibat kemacetan serta sulitnya mencari parkir di tempat itu, namun untunglah kami tidak melewatkan apapun. Film yang berdurasi 118 menit tersebut sukses menghipnotis saya malam itu. Dengan berbekal tissue dan beberapa camilan, saya begitu menikmati semuanya seolah saya yang berada di film itu, entah sebagai Habibie juga Ainun. Ah… siapa sih yang tidak terhipnotis dengan adegan-adegan itu? Apalagi itu adalah kisah nyata yang memang benar terjadi…
Hm… saya jadi ingin seperti mereka. Ingin seperti Habibie_Ainun. Mereka yang melewati hidup penuh dengan cinta dan kesetiaan sampai akhir hidupnya. Mereka yang menjalani hidup tanpa pernah menyesal dengan apapun yang mereka lewati, dan apapun yang mereka pilih. Itu bisa kan?

 Berikut ini kutipan isi surat Cintanya, yang saya petik dari  http://hiburan.kompasiana.com/film/2012/11/01/cinta-pertama-terakhir-pak-habibie-dalam-film-habibie-ainun-505191.html :

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi……
“Saya dilahirkan untuk Ainun dan Ainun dilahirkan untuk saya”
……Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
 BJ.Habibie

 Ada cuplikan film nya juga nih..... 


Senin, 14 Januari 2013

Happily Ever After


Lanjutan Cerita Pendek Sekali dan Cerita Pendek Sekali Lagi ...... tapi jangan ketawa baca endingnya... bukan lelucon, cuma buat garing-garingan aja :p

Gadis itu menatap pria di depannya dengan malu-malu. Rasanya seperti kembali ke masa SMA. Duduk bersama menanti makanan yang sudah mereka pesan untuk makan siang. Bedanya dulu lokasinya di kantin sekolah dan sekarang di sebuah restaurant mewah yang letaknya dekat dengan pegunungan tempat mereka melakukan kegiatan outbond kantornya. Masih mereka. Radit dan Masayu.

Radit yang masih bertubuh tegap dengan alis tebalnya, kini mengenakan kaus putih polos yang lebih memamerkan bentuk tubuhnya.  Ditambah celana pendek hitam yang membuatnya tampak lebih santai, tidak seperti biasa yang selalu menggunakan kemeja lengan panjang plus jas kerja yang sesekali dipakainya, kadang dengan dasi kadang juga tidak.

Hari ini hari terakhir outbond yang dilakukan untuk menjalin keakraban antar rekan kerja. Masayu yang merupakan penulis lepas di media itu juga wajib ikut memeriahkan acara. Benar. Akhirnya ia diterima bekerja sebagai penulis lepas di media tersebut karena tulisan-tulisan yang dibuatnya dianggap menarik dan menambah penjualan majalah tersebut dari hari ke hari.

“Hm… bagaimana kabarmu?” ujar si pria memulai percakapan.

“Saya baik, Pak” jawab si gadis sambil menyunggingkan senyum simpulnya.

“Gila ya kamu, masih aja panggil saya bapak, lupa lagi sama saya?” balasnya sambil terbahak.

“Ya saya ga enak aja… kan kamu nya sekarang jadi atasan saya”

“Sekarang kan ga lagi di kantor”

“Tapi tetep  aja acara kantor”

“Kamu itu, masih aja kayak dulu, ngeyel”

“Mmmm….”

“Tapi itu yang buat saya kangen sama kamu”

Si gadis sontak mendongak ke arah si pria lalu terdiam lama.

“Tapi kamunya yang ga kangen sama saya” lanjut si pria.

Si gadis pura-pura tak mendengar. Ia memandang langit di depannya sambil mengetukkan  jarinya sesekali di meja makan. Tak lama kemudian pelayan datang mengantar pesanan mereka. Mereka makan dalam diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Si gadis terlalu takut untuk memulai. Ia takut nantinya akan berharap lebih dan kembali jatuh seperti dulu.

***

Dia. Hanya seorang masayu. Gadis yang biasa-biasa saja. Rambutnya kali ini diikat ke atas menyerupai ekor kuda, namun beberapa helai dibiarkannya menjuntai di balik telinganya. Kakinya terus melangkah mengikuti beberapa rekan kerja yang juga ikut hiking pagi itu, sambil sesekali mengusap peluhnya yang mulai menetes di dahinya. Ia beberapa kali berhenti untuk mengabadikan suasana di sana dengan kamera pocket yang dibawanya.

Ia kembali berjalan sambil merapatkan sweaternya berkali-kali. Udara pagi itu masih menusuk tulang tapi keringatnya tetap saja keluar akibat pendakian kecil yang dilakukannya.

“Pakai ini saja….” Ujar seseorang dari belakang sambil menyampirkan selapis jaket tebal di bahunya. Ia menoleh perlahan. Lagi-lagi Radit.

“Eh, jangan, biar aja…” tolak Masayu. Tapi si pria memaksa dan akhirnya mereka berjalan beriringan. Rombongan pendaki lain tampak jauh mendahului mereka di depan.

“Bener nih, kamu ga ada kangen-kangennya sama saya?” Tanya si pria sambil mengenggam tangan si gadis yang kedinginan.

“Menurutmu?” balas si gadis. Ia langsung menghentikan langkahnya dan menatap pria itu dalam-dalam.

“Bertahun-tahun saya nyariin kamu, tapi ga pernah ada kabarnya” balas si pria.

“Buat apa?”

“Kamu marah sekali ya sama saya?”

“Buat apa saya marah?”

“Oke, berarti kamu marah”

“Engga, saya ga marah sama kamu, saya marah sama diri saya sendiri” jelas si gadis.

Si pria balas menatap. Mereka terdiam. Lama.

“Saya marah karena saya terlalu berharap sama diri saya sendiri” lanjut si gadis menjelaskan.

“Berharap apa?”

“Sudahlah, kita tertinggal jauh” si gadis mengingatkan sambil berjalan mendahului si pria, namun langkahnya tertahan oleh tarikan tangan si pria.

“Saya sayang sama kamu” ujar si pria. “Selama ini saya kayak orang gila karena ga bisa ketemu sama kamu”

“Saya ga kemana-mana kok”

“Saya tahu, tapi saya terlalu takut buat ngejelasin semuanya”

“Sudah lama sekali…..”

“Tapi saya tetep ga bisa ga sayang sama kamu…. Saya pengen kita ulang dari awal….”

“Kita ga pernah pisah kok,,, kita kan memang sahabatan”

“Saya pengen lebih dari itu. Saya pengen kamu jadi masa depan saya…”

“Kamu lucu… jangan bercandain saya segitunya deh”

“Saya serius, Masayu” kali ini ia mengenggam kedua tangannya sambil bertatapan.

“Ciyus??? Miapah??” balas si gadis sambil tertawa pelan.
Si pria mendelik tak sabar sambil tersenyum lebar. 
“Saya anggap itu Iya” ujar si pria sambil mengacak rambut si gadis. Lalu menggandeng tangannya menyurusi perbukitan yang mulai terjal. 
Matahari tampak mulai naik yang menandakan hari makin siang. Mereka berjalan beriringan sampai garis finish melewati tanjakan dan turunan serta beberapa ranting pohon yang menghalangi perjalanan mereka. Seperti perjalanan hidup yang akan mereka hadapi. Ada tanjakan dan turunan. Ada suka juga duka. Namun terus berjalan menghadapinya bersama. Dengan harapan bahagia pada akhinya. Happily Ever After. 



"Happily Ever After"


[Case]
Guess what I did today
Those were the words I said to you
It was last May, don't know the exact day
In my hand there was a ring
And you told me that you loved me
More than anything in your life
And I asked you would you do me
The honor of being my wife (yes I will)
I will be your man, your protector, your best friend
'Til my humble life is ended
Then time begins again (couldn't we)

Couldn't we please be happily ever after

We can be strong together for so long (our love goes strong so long)
Couldn't we please be happily ever after (couldn't we be, baby)
Leaving you never stays forever strong

[Case]

When I was away (umm...hmm)
Some friends became just faces
Some people grew apart
But you stayed right in my heart
In so many times, could picture this day inside my mind
And for so many years, ooh
I knew it would be you here with me, ooh (yes I will)
Take you for my wife, the center of my life
And I will never ever fade
From this choice I've made, ooh...oh

Couldn't we please be happily ever after (come on)

We could be strong together for so long (said my love is strong)
Couldn't we please be happily ever after (Couldn't we please baby)
Leaving you never stays forever strong (hey...ooh...hey yeah)

You don't have to look no further than me (don't look no further, baby yeah)

You don't need much more than my lovin' to make you happy (I'm so happy I'm so happy, babe)
Beneath the side of God, I will make this vow to you (come on baby)
I'll be right here, stay with me (stay with me, baby hey)

Couldn't we please be happily ever after (Said I wanna be...said I wanna be)

We could be strong together for so long (Our love is...)
Couldn't we please be happily ever after (Couldn't we please baby)
Leaving you never stays forever strong (No, No...Said No, No I will never leave you, ooh)

Selasa, 11 Desember 2012

aku dan kamu, bukan kita lagi

Kelamaan kesimpen di draft, tapi dibuang sayang.... jadi ya dipublish aja ya walau hasilnya ga oke2 bgt... 


Suasana bandara kali itu begitu ramai akibat beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan. Aku memilih tempat di sudut ruang tunggu bandara seperti biasa. Rasanya lebih mudah melihat sekeliling tanpa terlihat, juga menyembunyikan mataku yang mulai sembap. Aku marah pada diriku yang marah-marah, juga pada emosiku yang melunjak-lunjak. Aku sedih pada diriku yang terus menangis, mungkin karena pertengkaran itu, bisa juga karena perpisahan ini.
Aku melirik arlojiku sekali lagi dan menyadari pesawatku delay dan baru akan berangkat satu setengah jam lagi. Ah, terlalu lama jika harus duduk begini saja, apalagi dengan ruangan yang mulai penuh sesak. Kuputuskan untuk menunggu lebih lama di salah satu kedai kopi disana. Walaupun tempatnya hampir terisi penuh, namun aku berhasil menemukan satu kursi kosong di sudut ruangan itu.
Aku memesan Hot Chocolate karena kebetulan aku bukan penggemar berat kopi, aku hanya suka aromanya. Entahlah, rasanya menenangkan. Itu saja.
Aku membuka ipadku dan seperti biasa hanya melihat-lihat social media, mengeluhkan beberapa hal, berkomentar pada status-status yang lain, dan hal remeh temeh lainnya sementara bau kopi mulai melesak memenuhi hidungku, memenuhi otakku dan mengingatkanku padamu. Ah! kau si penggemar kopi. Aku tau kau tidak bisa hidup tanpa kopi juga rokokmu... setiap bangun tidur, bahkan saat akan tidur pun kau butuh kopi. Semua ini mengingatkanku pada kejadian siang itu....hari ketika aku menyadari semuanya sudah terlambat.
--------------------------------

Siang itu cuaca cukup bersahabat, tidak panas namun tidak hujan. Aku menikmati siangku dengan menonton televisi sambil sesekali membuka-buka social media sampai bel pintu berbunyi dan kulihat seorang pria paruh baya dengan sekeranjang bunga di depannya.
"ada apa, pak?" sapaku siang itu.
"ini,bu ada kiriman" balasnya sambil menyerahkan bunga itu dan tanda terima untuk kutanda tangani.
"eh, dari siapa ya?" tanyaku, karena memang tidak ada hari yang istimewa untukku ataupun keluargaku hari ini.
"nanti buka aja katanya, bu" jawabnya sambil menunjukkan kepingan DVD di sela-sela bunga tersebut. Aku mengangguk pelan, menandatangani tanda terima lalu mempersilahkan pria itu untuk kembali. Pikiranku berkecamuk tanpa tau siapa si pengirim bunga tersebut, aku takut, aku bingung harus bereaksi apa setelah melihatnya. Mungkin isinya tulisan, atau video, atau film, ah... entahlah.
Setelah menimbang-nimbang beberapa saat aku menyalakan DVD player di kamarku dan memutar isinya. Sangat simpel sebenarnya. Hanya berisi tiga video klip dari tiga band terkenal di Indonesia. Tanpa embel-embel pembuka ataupun tulisan si pengirim. Tapi aku tahu itu kamu, kamu yang selama ini memenuhi pikiranku, kamu yang selalu membuatku takut entah pada apa. Takut kehilangan, takut kecewa, hingga takut pada diriku dan keegoisanku.
Aku menontonnya berulang tanpa tahu harus melakukan apa, hanya bisa menatap layar televisi yang masih menayangkan video itu berulang kali. Ketika akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubungimu, semuanya sudah berlalu. Kau sudah kembali ke tempatmu. Dan aku tetaplah di tempatku. Dan akhirnya hanya ada aku juga kamu, bukan kita.


Selasa, 04 Desember 2012

Semacam Galau

Hai... kali ini kembali pada 'masa'ku yang biasa... masaku yang tidak penuh dengan kegalauan juga tidak dilimpahi kebahagiaan besar. Mungkin karena bisa dibilang ini masa sibukku. Bukan! aku tidak sibuk dengan pemikiran-pemikiran masa depanku (walau kadang iya), tapi aku hanya fokus pada pekerjaan-pekerjaanku. Walau kini aku tidak harus kuliah setiap malam, tapi aku bersyukur masih banyak hal yang harus kukerjakan. Paling tidak semua itu membuatku 'menikmati'nya, menjadi diriku sendiri yang sendirian.
Jujur, aku sering merindukannya, mungkin setiap hari, atau setiap saat.... tapi kali ini aku bisa menghadapinya... aku bisa menghadapi kehidupanku yang memang begini.

Aku bangun pagi - ke kantor untuk bekerja - ke proyek yang harus kutempuh berkilo-kilo meter - lalu pulang saat senja - kemudian kelelahan  - dan istirahat. Begitu hampir setiap hari.
Tapi aku senang...
aku senang Tuhan...
aku senang menjadi AKU
aku senang menjalaninya...
aku senang aku sudah berubah
aku senang aku bukanlah si gadis galau itu lagi...
 aku senang bisa menikmati semuanya...
aku hanya ingin kau membuatku sabar seperti ini saja...
itu cukup buatku...
Terima Kasih...
atas semua ini.

sampai lupa

 hai... sudah begitu lama... bukannnya aku tak ingin menulis lagi atau bagaimana... hanya saja terkadang aku tak punya waktu jika bisa dibil...