Kamis, 02 Oktober 2014

Bisnis VS Kerja Kantoran

Hai... lama sekali rasanya saya tidak berbagi cerita ya.
Kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita soal pekerjaan (biar gak dibilang cinta2an melulu lah...)

Oke, dari judul saja, kita tahu pekerjaan apa yang akan saya bahas disini. yep!!! Bisnis vs Kerja Kantoran.
Beberapa bulan belakangan, selain bekerja sebagai salah satu Pegawai Negeri Sipil di salah satu kementerian di Indonesia, saya juga mulai menggeluti bisnis kuliner. Awalnya saya berniat hanya sekedar 'bantu-bantu' atau cuma sekedar menjadi 'pengawas kadang-kadang saja'. Tapi akhirnya setelah dijalani, saya seolah-olah menjadi si pengelola bahkan banyak orang yang mengira bisnis kuliner ini milik saya, ha ha...
Capek? bangeeeeettt....
Seharian kerja, pulang kantor sekitar jam 5-6 sore lanjut ngurusin bisnis kuliner, stay kira-kira sampai jam 12 malem. Fiuuuhhh... bertahan sampai kapan? Sayangnya cuma bertahan sampai sebulan dua bulan :') Kenapa? Iya, karena tuntutan kerjaan primer yang kian mendesak plus jadi sakit-sakitnya. Ya akhirnya saya memilih untuk menjalani semua tanpa ambisi lagi. Jalani sebisa yang saya bisa dengan tetap mementingkan pekerjaan primer. Kenapa? :') Iya, karena saya udah ditegur beberapa kali akibat ketidak fokusan dalam bekerja.
Ya, alhasil bisnis kuliner yang awalnya lancar jaya, akhirnya jadi tersendat-sendat, kadang naik, sering turun... huhuhu....
Kadang saya juga jdi gak enak sama yang punya bisnis.... tapi ya gimana, saya juga punya tanggung jawab terhadap pekerjaan saya juga keluarga yang selama beberapa bulan ini terbengkalai dan jaraaaaang banget liat saya dirumah. Rumah itu jadi semacam tempat tidur pas malem aja...huhuhu...

Jadi, intinya, enak mana Bisnis ato Kerja Kantoran?????
Duh, kalo yang ini saya susah sih jawabnya... semua tergantung hobi dan selera masing-masing aja. Ada yang lebih suka berkutat depan komputer, baca hal-hal ilmiah, ato ngerjain keuangan yang gajinya udah pasti-pasti aja. Tapi ada juga yang suka bisnis alias wirausaha sendiri karena bisa nentuin berapa keuntungan yang bisa mereka dapet per bulannya.
hm.... ujung-ujungnya semua tergantung pribadi masing-masing sih...
Apapun usahanya, kalau udah fokus dan mau berjuang yang pasti berhasil... kalo setengah-setengah gini ya hasilnya memang tetep setengah-setengah juga sih....
tapi apapun yang terjadi, saya bersyukuuuurrr sekali bisa menjalani semuanya sesuai kemampuan saya.
Yang penting kita harus tetep menikmati apa yang kita jalani dan tetap bersyukur kepada Tuhan.
Alhasil yang kita dapet juga positif.


ah, saya ngomong apa sih,,,,
ya gitu deh yaaaa
 

Sabtu, 12 Juli 2014

Long Distance Relationship

boleh dong lagi-lagi saya cuma upload lirik lagu......
kena bgt niii.. saya bangettt

RAISA

Ku teringat dalam lamunan 
Rasa sentuhan jemari tanganmu 
Ku teringat walau telah pudar 
Suara tawamu, sungguh ku rindu
 
Tanpamu langit tak berbintang 
Tanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku

Ku teringat walau telah pudar 
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang
 Tanpamu hampa yang ku rasa

Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku

Terbit dan tenggelamnya matahari 
Membawamu lebih dekat 
Denganmu langitku berbintang 
Denganmu sempurna ku rasa

Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku
(seandainya jarak tiada berarti) 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku

Kamis, 10 Juli 2014

menunggumu

terduduk kembali di tempat ini seperti hari-hari sebelumnya
menikmati secangkir kopi panas yang mengepul dari cangkirnya
mendengar lagu-lagu kita yang mengalun dari pengeras suara di sudut ruangan
sambil menunggumu kembali
atau hanya berharap kau akan kembali
 
 

Selasa, 03 Juni 2014

Namamu Terukir Dihatiku

Aku menikmati kopi pagiku dalam diam. Suara gemerecik air terdengar dari kolam di halaman samping dan matahari mulai menghangatkan pagi yang begitu dingin. Batu. Salah satu kota yang aku kunjungi beberapa tahun lalu. Kini aku kembali lagi ke tempat yang sama. Menikmati suasana yang nyaris sama seperti dulu. Ah, rasanya aku seperti berada dalam novel-novel karya Mira W dan Marga T yang dulunya sempat menjadi penulis favoritku. Aku bisa membayangkan plot dan adegan yang terjadi dengan menikmati suasana ini. Menikmati menjadi si gadis pemeran utama yang merasakan suasana pedesaan yang tenang. 

Namanya atila. Seorang gadis yang dijodohkan dengan anak kenalan orang tuanya.
Demi bisa kuliah ke Jakarta, Atila bersedia dijodohkan dengan anak dari sabahat ayahnya. Demikian juga Jiro, demi mendapat warisan, dia bersedia dijodohkan dengan anak dari sabahat ayahnya. Dan disinilah mereka berdua, Atila dan Jiro terikat dalam perkawinan.
Sejak menikah, mereka tinggal di rumah tantenya Jiro, Tante Nella, di daerah Kebayoran. Atila menempati kamar sendiri demikian juga Jiro.
Sedari awal, Jiro sudah mengatakan dengan tegas pada Atila ‘Jangan sampai teman2ku tahu kalau kau istriku. Katakan saja kita baru bertunangan’. ‘Lho koq ? Jadi apa yang dikatakan ibunya bahwa Jiro udah lama naksir aku, salah dong ?’ Atila gegetun.
Dari percakapan antar teman Jiro yang tanpa sadar didengar Atila, tahulah Atila, bahwa Jiro pernah disakiti oleh cewek dan kini memusuhi makhluk yang bernama cewek.
Kalau emang gak peduli dan musuhan ama cewek, kenapa sikapnya seperti interrogator yang penuh curiga terhadap teman-teman pria yang dikenal Atila ?
Jiro tidak suka melihat Atila akrab dengan Rio (teman kuliah Jiro) yang suka meminjamkan buku-buku detektif. Jiro juga terlihat agak marah waktu melihat Atila pulang diantar Robi. 
Karena Atila kuliah di daerah Grogol, dan agar dia tidak kelelahan pulang pergi Grogol – Kebayoran serta dengan ijin Jiro, dia kost di dekat kampusnya.
Dengan dalih tempat latihan tenisnya dekat kampus Atila, Jiro memiliki kunci kamar kost Atila agar bisa menyimpan peralatan sportnya. Atila yakin ini merupakan cara Jiro mengawasinya..
Keluguan Atila yang tidak merasa ada yang perlu disembunyikan malah berkibat buruk. 
Sewaktu menyambangi tempat kost Atila Jiro mendapatkan sepucuk surat yang diperuntukkan bagi Atila dari seseorang bernama Dani. Surat itu dibaca oleh Jiro dan membuat geram hatinya sebab salah satu kalimat dalam surat itu mengatakan bahwa nama Atila telah terukir dihati Dani.
Kecemburuan Jiro yang berlebihan yang katanya udah gak peduli sama cewek, menurut Atila tidak berdasar sebab Atila pernah memergoki Jiro asyik bercanda dengan Mona sambil rangkul-rangkulan. 
Tapi apa yang harus Atila lakukan kini ? Satu-satunya orang dimana dia berharap bisa sebagai tempat curhat, teman diskusi yang menyenangkan malah menuduhnya tidak setia. Dan ibunya menuduhnya kurang memperhatikan suami. 
Hatinya yang belia semakin bingung dan sedih manakala melihat Jiro yang semakin menjauh dan…puncaknya sewaktu Jiro mengatakan sebaiknya pernikahan ini tak usah diteruskan lagi. 
Sanggupkah ditanggungnya rasa malu sebagai janda di usia sembilan belas dan masih perawan….? Rasa sedih dan stress yang tanpa disadari membuat Atila jatuh sakit. Dan dalam igauannya dia memanggil Jiro….
daaaan.... akhirnya... silahkan dibaca sendiri ya

sampai lupa..... judulnya "Namamu Terukir Di Hatiku" karya Marga T

Rabu, 14 Mei 2014

26 Tahun Ku

hey.... yesterday was my birthday... 12 Mei kemarin (takutnya latepost)
jadi terhitung hari kemarin, umur saya udah 26 tahun.
Rasanya satu tahun berlalu begitu cepat, bahkan tahun-tahun sebelumnya.
Ah!!! sudah gak muda lagi T.T
Hari ini gapapa ya kalo bahasanya acakadul ga karuan dan ga jelas :p

Jadi, apa harapanmu untuk tahun berikutnya? atau paling simple, untuk tahun ini lah ya...


Hm.... saya bingung sendiri jika harus menjabarkan keinginan-keinginan saya yang begitu banyak bahkan mungkin tak terhitung. Rasanya begitu egois jika saya menyebutkan keinginan-keinginan saya padahal saya sudah diberi jauh lebih banyak dari apa yang saya minta.
Tuhan kok baik sekali sih sama saya?
Saya dikasih ini ... dikasih itu... dan yang paling bikin saya bersyukur banget adalah kesabaran dan kekuatan yang dikasih buat menghadapi lika-liku kehidupan yang makin lama makin berat (iya kaliii gituuuu).
Walau kadang ada beberapa hal yang bikin marah, jengkel, sedih atau kecewa berlebihan.... tapi saya seneeeeng banget bisa melewati banyak hal dengan cara saya.
Makasih ya tuhan bikin saya begini... bikin saya jadi saya yang sekarang....
Pokoknya semoga untuk hari-hari berikutnya saya bisa jauh lebih dewasa dalam bersikap, jauh lebih bijaksana dalam mengahadapi masalah, dan jauh lebih bisa mensyukuri apa yang saya dapat...
satu lagi tuhan! jangan biarkan saya yang udah banyak dosa ini nambah dosa dengan sirik-sirik ato benci-benci ato dendam-dendam sama orang lain yaaa... saya cuma pengen jadi orang baik kok... plisss yah tuhaaaann... jangan biarin saya jadi orang jahat... :')
Pokoknya sekali lagi makasi banget udah selalu ada di samping saya di segala macam bentuk keadaan... saya memang ga bisa liat, tapi saya tahu dan saya yakin kamu selalu ada di samping saya :)


sampai lupa

 hai... sudah begitu lama... bukannnya aku tak ingin menulis lagi atau bagaimana... hanya saja terkadang aku tak punya waktu jika bisa dibil...