Selasa, 19 Agustus 2014
Rabu, 23 Juli 2014
Di atas langit masih ada langit || Seburuk-buruknya dirimu, masih ada yang lebih buruk
Banyak yang bilang begitu.
Dan aku percaya saja.
Dan aku percaya saja.
Sabtu, 12 Juli 2014
Long Distance Relationship
boleh dong lagi-lagi saya cuma upload lirik lagu......
kena bgt niii.. saya bangettt
RAISA
Ku teringat dalam lamunan
Rasa sentuhan jemari tanganmu
Ku teringat walau telah pudar
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang
Tanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku
Ku teringat walau telah pudar
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang
Tanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku
Terbit dan tenggelamnya matahari
Membawamu lebih dekat
Denganmu langitku berbintang
Denganmu sempurna ku rasa
Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku
(seandainya jarak tiada berarti)
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku
kena bgt niii.. saya bangettt
RAISA
Ku teringat dalam lamunan
Rasa sentuhan jemari tanganmu
Ku teringat walau telah pudar
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang
Tanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku
Ku teringat walau telah pudar
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang
Tanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku
Terbit dan tenggelamnya matahari
Membawamu lebih dekat
Denganmu langitku berbintang
Denganmu sempurna ku rasa
Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku
(seandainya jarak tiada berarti)
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku
Kamis, 10 Juli 2014
Selasa, 03 Juni 2014
Namamu Terukir Dihatiku
Aku menikmati kopi pagiku dalam diam. Suara gemerecik air terdengar dari kolam di halaman samping dan matahari mulai menghangatkan pagi yang begitu dingin. Batu. Salah satu kota yang aku kunjungi beberapa tahun lalu. Kini aku kembali lagi ke tempat yang sama. Menikmati suasana yang nyaris sama seperti dulu. Ah, rasanya aku seperti berada dalam novel-novel karya Mira W dan Marga T yang dulunya sempat menjadi penulis favoritku. Aku bisa membayangkan plot dan adegan yang terjadi dengan menikmati suasana ini. Menikmati menjadi si gadis pemeran utama yang merasakan suasana pedesaan yang tenang.
Namanya atila. Seorang gadis yang dijodohkan dengan anak kenalan orang tuanya.
Demi bisa kuliah ke Jakarta, Atila bersedia dijodohkan dengan anak dari sabahat ayahnya. Demikian juga Jiro, demi mendapat warisan, dia bersedia dijodohkan dengan anak dari sabahat ayahnya. Dan disinilah mereka berdua, Atila dan Jiro terikat dalam perkawinan.
Sejak menikah, mereka tinggal di rumah tantenya Jiro, Tante Nella, di daerah Kebayoran. Atila menempati kamar sendiri demikian juga Jiro.
Sedari awal, Jiro sudah mengatakan dengan tegas pada Atila ‘Jangan sampai teman2ku tahu kalau kau istriku. Katakan saja kita baru bertunangan’. ‘Lho koq ? Jadi apa yang dikatakan ibunya bahwa Jiro udah lama naksir aku, salah dong ?’ Atila gegetun.
Dari percakapan antar teman Jiro yang tanpa sadar didengar Atila, tahulah Atila, bahwa Jiro pernah disakiti oleh cewek dan kini memusuhi makhluk yang bernama cewek.
Kalau emang gak peduli dan musuhan ama cewek, kenapa sikapnya seperti interrogator yang penuh curiga terhadap teman-teman pria yang dikenal Atila ?
Jiro tidak suka melihat Atila akrab dengan Rio (teman kuliah Jiro) yang suka meminjamkan buku-buku detektif. Jiro juga terlihat agak marah waktu melihat Atila pulang diantar Robi.
Karena Atila kuliah di daerah Grogol, dan agar dia tidak kelelahan pulang pergi Grogol – Kebayoran serta dengan ijin Jiro, dia kost di dekat kampusnya.
Dengan dalih tempat latihan tenisnya dekat kampus Atila, Jiro memiliki kunci kamar kost Atila agar bisa menyimpan peralatan sportnya. Atila yakin ini merupakan cara Jiro mengawasinya..
Keluguan Atila yang tidak merasa ada yang perlu disembunyikan malah berkibat buruk.
Sewaktu menyambangi tempat kost Atila Jiro mendapatkan sepucuk surat yang diperuntukkan bagi Atila dari seseorang bernama Dani. Surat itu dibaca oleh Jiro dan membuat geram hatinya sebab salah satu kalimat dalam surat itu mengatakan bahwa nama Atila telah terukir dihati Dani.
Kecemburuan Jiro yang berlebihan yang katanya udah gak peduli sama cewek, menurut Atila tidak berdasar sebab Atila pernah memergoki Jiro asyik bercanda dengan Mona sambil rangkul-rangkulan.
Tapi apa yang harus Atila lakukan kini ? Satu-satunya orang dimana dia berharap bisa sebagai tempat curhat, teman diskusi yang menyenangkan malah menuduhnya tidak setia. Dan ibunya menuduhnya kurang memperhatikan suami.
Hatinya yang belia semakin bingung dan sedih manakala melihat Jiro yang semakin menjauh dan…puncaknya sewaktu Jiro mengatakan sebaiknya pernikahan ini tak usah diteruskan lagi.
Sanggupkah ditanggungnya rasa malu sebagai janda di usia sembilan belas dan masih perawan….? Rasa sedih dan stress yang tanpa disadari membuat Atila jatuh sakit. Dan dalam igauannya dia memanggil Jiro….
daaaan.... akhirnya... silahkan dibaca sendiri ya
sampai lupa..... judulnya "Namamu Terukir Di Hatiku" karya Marga T
Rabu, 14 Mei 2014
26 Tahun Ku
hey.... yesterday was my birthday... 12 Mei kemarin (takutnya latepost)
jadi terhitung hari kemarin, umur saya udah 26 tahun.
Rasanya satu tahun berlalu begitu cepat, bahkan tahun-tahun sebelumnya.
Ah!!! sudah gak muda lagi T.T
Hari ini gapapa ya kalo bahasanya acakadul ga karuan dan ga jelas :p
Jadi, apa harapanmu untuk tahun berikutnya? atau paling simple, untuk tahun ini lah ya...
Hm.... saya bingung sendiri jika harus menjabarkan keinginan-keinginan saya yang begitu banyak bahkan mungkin tak terhitung. Rasanya begitu egois jika saya menyebutkan keinginan-keinginan saya padahal saya sudah diberi jauh lebih banyak dari apa yang saya minta.
Tuhan kok baik sekali sih sama saya?
Saya dikasih ini ... dikasih itu... dan yang paling bikin saya bersyukur banget adalah kesabaran dan kekuatan yang dikasih buat menghadapi lika-liku kehidupan yang makin lama makin berat (iya kaliii gituuuu).
Walau kadang ada beberapa hal yang bikin marah, jengkel, sedih atau kecewa berlebihan.... tapi saya seneeeeng banget bisa melewati banyak hal dengan cara saya.
Makasih ya tuhan bikin saya begini... bikin saya jadi saya yang sekarang....
Pokoknya semoga untuk hari-hari berikutnya saya bisa jauh lebih dewasa dalam bersikap, jauh lebih bijaksana dalam mengahadapi masalah, dan jauh lebih bisa mensyukuri apa yang saya dapat...
satu lagi tuhan! jangan biarkan saya yang udah banyak dosa ini nambah dosa dengan sirik-sirik ato benci-benci ato dendam-dendam sama orang lain yaaa... saya cuma pengen jadi orang baik kok... plisss yah tuhaaaann... jangan biarin saya jadi orang jahat... :')
Pokoknya sekali lagi makasi banget udah selalu ada di samping saya di segala macam bentuk keadaan... saya memang ga bisa liat, tapi saya tahu dan saya yakin kamu selalu ada di samping saya :)
jadi terhitung hari kemarin, umur saya udah 26 tahun.
Rasanya satu tahun berlalu begitu cepat, bahkan tahun-tahun sebelumnya.
Ah!!! sudah gak muda lagi T.T
Hari ini gapapa ya kalo bahasanya acakadul ga karuan dan ga jelas :p
Jadi, apa harapanmu untuk tahun berikutnya? atau paling simple, untuk tahun ini lah ya...
Hm.... saya bingung sendiri jika harus menjabarkan keinginan-keinginan saya yang begitu banyak bahkan mungkin tak terhitung. Rasanya begitu egois jika saya menyebutkan keinginan-keinginan saya padahal saya sudah diberi jauh lebih banyak dari apa yang saya minta.
Tuhan kok baik sekali sih sama saya?
Saya dikasih ini ... dikasih itu... dan yang paling bikin saya bersyukur banget adalah kesabaran dan kekuatan yang dikasih buat menghadapi lika-liku kehidupan yang makin lama makin berat (iya kaliii gituuuu).
Walau kadang ada beberapa hal yang bikin marah, jengkel, sedih atau kecewa berlebihan.... tapi saya seneeeeng banget bisa melewati banyak hal dengan cara saya.
Makasih ya tuhan bikin saya begini... bikin saya jadi saya yang sekarang....
Pokoknya semoga untuk hari-hari berikutnya saya bisa jauh lebih dewasa dalam bersikap, jauh lebih bijaksana dalam mengahadapi masalah, dan jauh lebih bisa mensyukuri apa yang saya dapat...
satu lagi tuhan! jangan biarkan saya yang udah banyak dosa ini nambah dosa dengan sirik-sirik ato benci-benci ato dendam-dendam sama orang lain yaaa... saya cuma pengen jadi orang baik kok... plisss yah tuhaaaann... jangan biarin saya jadi orang jahat... :')
Pokoknya sekali lagi makasi banget udah selalu ada di samping saya di segala macam bentuk keadaan... saya memang ga bisa liat, tapi saya tahu dan saya yakin kamu selalu ada di samping saya :)
Senin, 05 Mei 2014
Kau pasti akan datang, kan?
Kali ini aku lebih memilih sebuah Tea House dibanding kedai kopi yang terletak di sebelahnya. Bukan apa-apa, hanya saja perutku belum terisi apa pun sejak pagi tadi sedangkan waktu sudah melewati makan siang. Aku memilih tempat di sudut ruangan dengan sofa hijau daun dan meja cokelat kayu di depannya. Ruangan itu berdinding bata merah yang dibiarkan tanpa plesteran maupun acian. Salah satu dindingnya diberi wallpaper rumput dengan botol-botol minuman dan beberapa barang antik sebagai pajangan.
Aku meneliti menu yang dibawakan salah satu pelayan dan langsung memesan apa yang kuinginkan. Tetap saja cokelat dingin yang menjadi pilihanku, bukan teh hijau atau minuman sehat lain yang juga tertera dalam menu. Sebagai pendamping cokelatku, aku memilih dimsum yang merupakan makanan ringan untuk mengisi lambungku. Ah, aku menunggumu begitu lama. Hingga malu rasanya aku berlama-lama menghabiskan waktuku sambil memainkan ponselku sedangkan aku hanya memesan sedikit makanan dan perutku rasanya belum mau diisi lagi. Tapi disinilah aku. Menunggu hingga kau datang menjemputku dengan senyummu yang sama. Kau akan selalu datang kan?
Karena aku akan selalu menunggu....
Langganan:
Postingan (Atom)
sampai lupa
hai... sudah begitu lama... bukannnya aku tak ingin menulis lagi atau bagaimana... hanya saja terkadang aku tak punya waktu jika bisa dibil...
-
Hi, blog... Entah sudah berapa lama aku tak menulisimu. Bukannya aku yang terlalu sibuk atau bagaimana. Hanya saja aku belum punya tulisan...
-
hai... sudah begitu lama... bukannnya aku tak ingin menulis lagi atau bagaimana... hanya saja terkadang aku tak punya waktu jika bisa dibil...
-
Kenapa? Takut ya sama saya? Saya ga gigit kok Saya ga jahat kok Tenang aja

